Oktober 12th, 2010 by beritabandung
Di era kebebasan ini jutaan mata insan indonesia seolah tak bisa lepas dari kotak ajaib berukuran 14 inchi. Mereka begitu terpesona dengan bejibun program televisi yang tak jelas arah dan tujuannya. Mulai dari balita hingga manula asyik bercengkrama menghabiskan waktu hingga tak terasa.
Namun sangat disayangkan semakin lama bercengkrama dengan kotak ajaib tersebut, insan indonesia seolah menjauh dari arti insan sejati. Kini mulai dari pergaulan bebas, narkoba, hingga penghilangan nyawa seolah biasa saja. Bahkan yg lebih tragis insan indonesia seolah nampak bak bin*tang yg hanya mengumbar perut dan yang di bawah perut.
Padahal kita diberikan lebih dari itu oleh yg Maha Kuasa, mulai dari kemampuan berfikir hingga kemampuan tuk merespon petunjuk yg tertulis di dalam diri maupun yg tersurat di dalam alam. Namun apa lacur semua itu seolah lenyap begitu saja tertelan perputaran zaman.
Jika kondisi ini tidak berubah, maka hari esok indonesia hanyalah sebuah nama dalam sejarah, benarkah? Rmd
Tags: Indonesia, sejarah
Posted in Opini | No Comments »
Februari 1st, 2010 by beritabandung
Indonesia sebagai negeri yang seing dilanda guncangan gempa, sudah sepantasnya mulai menggagas kembali rumah-rumah yang tahan akan gempa.
Kebetulan kemarin saya mengantar teman pulang menjenguk keluarganya di daerah cigalontang Tasikmalaya, jaraknya 107 km dari bandung.
Singkat cerita setelah menempuh 4 jam perjalanan, kami pun tiba di sana. Temanku disambut meriah oleh sanak keluarganya. Bada magrib kami ngobrol di rumah si emak nenek temanku yang terbuat dari bilik bambu.
Si emak bercerita pada saat gempa terjadi rumah sederhana mereka tetap kokoh berdiri, berbeda dengan rumah tembok yang mengalami retak bahkan ada yang menjadi puing-puing.
Nah ketika pemerintah mendata korban, maka yang mendapat ganti rugi mereka yang rumahnya rusak. Termasuk seorang janda yang mendapat ganti rugi sebesar 11 juta, tentunya warga yang lain sedikit “iri”. Sambil berseloroh dan tersenyum beliau berkata “coba rumah kita dari tembok pasti roboh & dpt ganti rugi, ini mah paling roboh sama rayap, jadi gak dapat apa-apa”.
Selorohan si emak mengingatkan saya pada Akhmaloka selaku rektor ITB yang baru dilantik hari jumat 29 januari 2010. Menurut beliau teknologi yang baik dan cocok untuk indonesia adalah yang indonesia banget. Ambil contoh rumah tahan gempa, kita sibuk mendatangkan ahli dari luar negeri untuk menangani ini. Padahal di indonesia sering terjadi gempa, bisa jadi malah ahli-ahli dalam negeri yang tahu bagaimana membuat desain rumah tahan gempa yang cocok di indonesia.
Saya sependapat dengan beliau, dengan memperhatikan rumah-rumah panggung yang tetap kokoh berdiri pada saat gempa mengguncang tasik beberapa bulan silam. Hal ini patut untuk diteliti dan dikaji para pakar dan tentunya pemerintah . Bagaimana pun pendirian rumah panggung yang berkembang turun temurun terbuat dari bilik bambu merupakan kearifan lokal yang mesti dipertahankan malah digalakkan kembali di tengah masyarakat dalam menghadapi ancaman guncangan gempa.
-(rmd)-

saya berada di depan rumah korban gempa tasik
Tags: gempa, rmd
Posted in Tak Berkategori | No Comments »
Februari 1st, 2010 by beritabandung
Selamat Datang Blogdetik.com. Ini merupakan postingan pertama Anda. Silahkan Edit atau hapus postingan ini, dan mulai ngeblog!
Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »